This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

index='x'>

Minggu, 13 Agustus 2017

Cara Setting Karburator Sepeda Motor

Cara stel karburator motor


Assalamualaikum...
Kali ini ane mau share mengenai cara setting karburator sepeda motor, karena settingan karburator ini sangat menentukan kinerja mesin sepeda motor kita. Tidak jarang kita mengalami kendala pada saat berkendara terasa motor tidak bertenaga, dibuka gas eeh..bukannya kenceng, malah mesin motor seolah tertahan, atau mbrebet atau ngempos kosong. 
Nah..nah.. ada apa yang terjadi gerangan? Kadang kita berasumsi masalah penyebabnya adalah mesin, tapi tunggu dulu gan.. ya memang pada akhirya mesin yang mengalami gangguannya tapi sebagai penyebab utamanya bisa juga masalah pada karburator.

Beberapa hal yang yang harus diperhatikan pada karburator yaitu:


Kebersihan filter udara 
Kebersihan pada filter ini menetukan kualitas udara yang nantinya tercampur dengan bensin, jika filter bersih maka udara yang masuk pun bersih tapi apabila filter kotor maka udara yang masuk pun kotor lagi pula dengan banyaknya debu yang menempel pada filter akan meyumbat aliran udara yang masuk.


Kebersihan karburator
Seberapa sering kita merawat karburator, karena apabila dibiarkan tanpa adanya perawatan servis yang periodik maka lama kelamaan karburator akan mengalami penyumbatan pada jalur-jalur saluran didalamnya. Kualitas bensin pun menjadi penyebab penyumbatan didalamnya.



Karburator Vakum

Karburator reguler





Ok.. sekarang kita bahas cara setting karburator itu sendiri, langkah-langkahnya adalah:

  1. Hidupkan motor dan biarkan dalam posisi idle sekitar beberapa saat sampai mesin agak panas.
  2. Putar baud setelan langsam sampai putaran mesin meninggi dan biarkan pada posisi itu.
  3. Putar baud setelan udara/angin searah putaran jam (kekanan) sampai mesin terasa (berat) tapi tidak sampai mati ya..,
  4. Putar balik baud setelan angin berlawanan jarum jam (kekiri) sampai putaran mesin meninggi kembali.
  5. Sambil memutar kearah kiri setelan udara, maka cari dan rasakan putaran mesin tertinggi sampai dengan menemui putaran kembali menurun.
  6. Putar balik kembali baud setelan angin kearah kanan (searah jarum jam) sekitar seperempat putaran yaitu pada puncak putaran mesin tertinggi tadi.
  7. Kembalikan baud setelan bensin kearah kanan (arah jarum jam) sehingga sampai pada langsam normal idle. Pada settingan idle ini usahakan langsam jangan terlalu rendah dan jangan pula terlalu tinggi/rapat, karena:
* Apabila terlalu rendah menyebabkan mesin akan sulit hidup ketika dalam keadaan dingin, terutama saat pagi hari waktu pertama kali dinyalakan, selain itu apabila langsam terlalu rendah tekanan oli yang akan dikirimkan kebagian head pun kurang maksimal. 
* Apabila terlalu tinggi/rapat menyebabkan kasar pada saat perpindahan gigi transmisi, selain itu akan membuat boros bensin. 

Perlu diingat bahwa pada saat penyetelan karburator, kondisi dari karburator dan filter udara sebaiknya dalam keadaan bersih dan jangan lupa periksa juga kualitas api busi harus dalam keadaan normal yaa..Demikian bagaimana cara ane setting karbu motor ane sendiri, semoga bermanfaat... 

Terimakasih.




index='x'>

Sabtu, 12 Agustus 2017

Teknik Sepeda Motor


Ok...pada kesempatan kali ini kita akan bahas mengenai dasar teknik sepeda motor. Langsung serius saja yaaa...😁
Komponen utama sepeda motor terdiri dari beberapa komponen dasar. 
Secara kelompok besar maka komponen dasar sepeda motor terbagi atas :

Sistem Mesin

Mesin terdiri atas :


a. Sistem tenaga, mesin sebagai sumber tenaga penggerak untuk berkendaraan, terdiri dari bagian :
    -Sistem pembuangan
   - Sistem bahan bakar
   - Sistem pendinginan
   - Sistem pelumasan
b. Sistem transmisi penggerak Merupakan rangkaian transmisi dan tenaga mesin ke roda belakang, berupa :
   - Mekanisme kopling Transmisi
   - Mekanisme gear
   - Mekanisme starter

Sistem Kelistrikan



Mekanisme kelistrikan dipakai untuk menghasilkan daya pembakaran untuk proses kerja mesin dan sinyal untuk menunjang keamanan berkendaraan. Jadi semua komponen yang berhubungan langsung dengan energi listrik dikelompokkan menjadi bagian kelistrikan.
Bagian kelistrikan terbagi menjadi :

- Kelompok pengapian
- Kelompok pengisian
- Kelompok beban

Rangka/Chassis

Terdiri dari beberapa komponen untuk menunjang agar sepeda motor dapat berjalan dan berbelok. Komponennya adalah :
- Rangka
- Rem
- Kemudi
- Tangki bahan bakar
- Suspensi
- Roda

Pada sepeda motor juga memerlukan perhitungan fisika, beberapa perhitungan fisika diperlukan untuk mengetahui : kapasitas mesin, volume silinder, perbandingan kompresi, kecepatan piston, torsi, tenaga, korelasi antara mesin dan kecepatan motor pada tiap posisi gigi dan daya dorong roda belakang dari sepeda motor, dll.
Kapasitas mesin ditunjukkan oleh volume yang terbentuk pada saat piston bergerak keatas dari TMB (Titik Mati Bawah) ke TMA (Titik Mati Atas), disebut juga sebagai volume langkah.
Volume langkah dihitung dalam satuan cc (cm3/cm cubic).
Rumus untuk menghitungnya Contoh :
Pada sebuah data sepeda motor memuat data diameter silindernya 53,5 mm dengan langkah piston 48,8 mm, tentukan volume langkahnya. Penyelesaian : 

D = 53,5 mm
S = 48,8 mm
丌 = 3,14

Ditanya Volume langkah ?

Jawab : Jadi volume langkah dari motor tersebut adalah 109, 7 cc dibulatkan menjadi 110 cc.

*Volume ruang bakar adalah volume dari ruangan yang terbentuk antara kepala silinder dan kepala piston yang mencapai TMA. Dilambangkan dengan Vc (Volume compressi) 

*Volume Silinder adalah jumlah total dari pertambahan antara volume langkah dengan volume ruang bakar.

        Rumusnya : Vs = Vl + Vc           
             DimanaVs = Volume silinder (cc)
                            Vl  = Volume langkah (cc)
                            Vc = Volume ruang bakar (cc)  

*Perbandingan kompresi adalah perbandingan volume silinder dengan volume kompresinya. Perbandingan kompresi berkaitan dengan volume langkah. Bila dinyatakan dalam suatu rumus maka : Besarnya perbandingan kompresi untuk sepeda motor jenis touring berkisar antara 8 : 1 dan 9 : 1. Ini artinya selama langkah kompresi muatan yang ada di atas piston dimampatkan 8 kali lipat dari volume terakhirnya. Makin tinggi perbandingan kompresi, maka makin tinggi tekanan dan temperatur akhir kompresi. Efisiensi Bahan Bakar dan Efisiensi Panas Nilai kalor (panas) bahan bakar perlu kita ketahui, agar neraca kalor dari motor dapat dibuat. Efisiensi atau tidak kerjanya suatu motor, ditinjau atas dasar nilai kalor bahan bakarnya. Nilai kalor mempunyai hubungan dengan berat jenis. Pada umumnya makin tinggi berat jenis maka makin rendah nilai kalornya. Pembakaran dapat berlangsung dengan sempurna, tetapi juga dapat tidak sempurna. 

Pembakaran yang kurang sempurna dapat berakibat : 
    "Kerugian panas dalam motor menjadi besar, sehingga efisiensi   motor menjadi turun, usaha dari motor menjadi turun pula pada   penggunaan bahan bakar yang tetap" 
Sisa pembakaran dapat menyebabkan pegas-pegas piston melekat pada alurnya, sehingga ia tidak berfungsi lagi sebagai pegas torak.  Sisa pembakaran dapat pula melekat pada lubang pembuangan antara katup dan dudukannya, terutama pada katup buang, sehingga katup tidak dapat menutup dengan rapat.  Sisa pembakaran yang telah menjadi keras yang melekat antara piston dan dinding silinder, menghalangi pelumasan, sehingga piston dan silinder mudah aus. 

Efisiensi bahan bakar dan efisiensi panas sangat menentukan bagi efisiensi motor itu sendiri. Masing-masing motor mempunyai efisiensi yang berbeda. 
Kecepatan piston sewaktu mesin berputar, kecepatan Piston di TMA dan TMB adalah nol dan pada bagian tengah lebih cepat, oleh karenanya kecepatan piston diambil rata-rata. 
Dengan rumus sbb : 

V = Kecepatan Piston rata-rata 
L = Langkah (m). 
N = Putaran mesin (rpm). 


Dari TMB, piston akan bergerak kembali keatas karena putaran poros engkol, dengan demikian pada 2x gerakan piston, akan menghasilkan 1 putaran poros engkol, jika poros engkol membuat N putaran, maka piston bergerak 2LN. Karena dinyatakan dalam detik maka dibagi 60. 


Torsi


Torsi = gaya x jarak Gaya tekan putar pada bagian yang berputar disebut Torsi, sepeda motor digerakan oleh torsi dari crankshaft. Makin banyak jumlah gigi pada roda gigi, makin besar torsi yang terjadi. Sehingga kecepatan direduksi menjadi separuhnya, besarnya torsi maksimum setiap sepeda motor berbeda-beda. Ketika sepeda motor bekerja dengan torsi maximum, gaya gerak roda belakang juga maximum. Semakin besar torsinya, semakin besar tenaga sepeda motor tersebut. Besarnya torsi biasanya dicantumkan dalam data spesifikasi teknik, buku pedoman servis atau dalam brosur pemasaran suatu produk motor. 

Tenaga (Horse Power) 


Kerja rata-rata diukur berdasarkan tenaga akhir (Torsi dari crankshaft menggerakan sepeda motor, tapi ini hanya gaya untuk menggerakan sepeda motor dan kecepatan yang menggerakan sepeda motor tidak diperhitungkan. Tenaga adalah kecepatan yang menimbulkan kerja). 

Performance Curves (Diagram Kemampuan Mesin) 


Diagram Kemampuan mesin terdiri dari Engine performa diagram dan Ring performa. Engine performa diagram, merupakan indikasi tenaga mesin, torsi, dan pemakaian bahan bakar yang dilihat dari putaran mesin. Dengan kata lain pada Run ring performance curva diagram diperlihatkan hubungan antara posisi gear putaran mesin, Tenaga roda belakang dan hambatan pada saat berjalan dari saat sepeda motor berjalan. Dengan membaca performance curva, dapat dilihat kemampuan dan kelebihan suatu sepeda motor. 

Karakter Dari Mesin 


Tenaga mesin dan kurva torsinya menggambarkan karakteristik mesin. Ketika putaran mesin berada dalam range yang powernya maksimum dan kurva torsinya lebar, dan terjadi pada putaran mesin yang rendah, mesin ini bertipe mesin-mesin putaran rendah. dan sangat bertenaga pada putaran menengah, singkatnya mesin ini cocok untuk kendaraan jalan raya. Dan jika puncak kurva torsinya lebih sempit dan terjadi saat putaran yang lebih tinggi, mesin ini bertipe mesin putaran tinggi dan sangat cocok untuk mesin motor sport/balap. Secara umum, jika mesin dengan kurva torsi yang lebih tinggi dan yang lebih rendahnya terjadi pada putaran normal/midle mudah dalam penggunaannya. Sebaliknya, jika ada perbedaan yang cukup besar torsinya dalam putaran mesinnya atau jika torsi max-nya terjadi pada putaran tinggi, akan lebih sulit dalam penggunaannya/pengoperasiannya.

Konsumsi Bahan Bakar

Spesifik konsumsi bahan bakar spesifik dan konsumsi bahan-bakar yang menunjukan berapa banyak kilometer yang dapat ditempuh oleh motor dengan 1 liter bensin. Dalam konsumsi bahan-bakar secara spesifik yang ditunjukkan adalah berapa gram dari bahan-bakar yang digunakan HP (horse power)/jam secara umum efisiensi mesin tertinggi (konsumsi bahan-bakar spesifik terendah) terjadi dimana kurva power dan kurva torsinya sama-sama paling tinggi. 


Diagram Performa Mesin Saat Berjalan Garis vertikal ➝ Menunjukan tenaga putaran pada roda belakang, hambatan, beban putaran, putaran mesin (rpm) dan garis horisontal kecepatan motor (km/jam) bersesuaian juga dengan posisi gigi transmisinya. Dari diagram di bawah ini, dapat dilihat hubungan antara putaran mesin dan kecepatan motor untuk tiap-tiap posisi gigi transmisi, antara putaran mesin dengan daya putaran roda belakang. Daya putaran roda belakang adalah daya yang dibutuhkan untuk menaiki tanjakan/daya tanjakan maksimum dan kecepatan maksimum pada tiap-tiap posisi gigi. 
Korelasi Antara Mesin dan Kecepatan Motor Pada Tiap Posisi Gigi ➝ Korelasi ini bisa dikualifikasikan dengan mengetahui reduksi ratio tiap giginya dan diameter roda belakang (diameter efektif ban/tire effective diameter). Jika putaran mesin motor sekitar 400 rpm, kecepatan motor akan berkisar 10 km/h pada gigi 1, pada gigi 2 sekitar 17 km/h, pada gigi 3 sekitar 25 km/h dan pada gigi 4 sekitar 30 km/h. Jika putaran mesin ditambahkan 1000 rpm lagi menjadi 5000 rpm, tenaga dan torsi mesin juga meningkat, yang memungkinkan motor dapat menanjak / mendaki dan menghasilkan tenaga yang diperlukan. Kecepatan maksimum praktis mesin adalah kecepatan yang dihasilkan ditiap posisi gigi.
Daya Dorong Roda Belakang Dan Tahanan Pada Saat Berjalan ➝ Daya dorong roda belakang sama dengan gaya tarik-menarik roda belakang. Motor dapat maju kedepan, dengan adanya gaya tarik ini yang melawan gaya tahanan pada saat berjalan. Tahanan pada Saat Berjalan Tahanan adalah total dari hambatan perputaran (hambatan geseknya pada saat ban berputar pada permukaan jalan), hambatan udara (hambatan angin pada saat motor berjalan) dan hambatan menanjak (pada saat mendaki). Hambatan perputaran dihitung dari hambatan gesekan ban, berat motor. Hambatan angin adalah hambatan dari bagian depan motor, kecepatan motor. Hambatan menanjak adalah jumlah dari perhitungan sudut kemiringan jalan dan berat kotor dari motor. 
Daya Dorong Roda Belakang ➝ Daya dorong roda belakang adalah dari torsi mesin yang ditingkatkan dengan reduksi giginya, gearbox dan gigi sproket. Yang menyebabkan motor maju kedepan dan melawan gaya tahanan saat berjalan. Hubungan antara daya dorong roda belakang dan gaya torsi adalah: Dari kurva diagram kurva tenaga, nilai T dihitung (efficiency transmission) tergantung pada posisi gigi, jenis kopling dan faktor lainnya.

Terimakasih, semoga bermanfaat...

Sumber artikel: Teknik Mesin Motor


index='x'>

Selasa, 08 Agustus 2017

Dasar Belajar Otomotif

Memahami dasar-dasar mesin untuk memulai belajar otomotif sangat penting sebelum lebih dalam mengenai seluk-beluk mesin.
Ada beberapa hal yang harus diketahui sebagai dasar pemahaman mengenai mesin ini, mengenai penjelasannya sebagai berikut..
Mesin di klasifikasikan menjadi 2 jenis, yaitu :

1. Internal Combustion Engine
2. External Combustion Engine

1. Internal Combustion Engine
Sebuah mesin yang proses pembakaran bahan bakarnya terjadi didalam mesin itu sendiri
contoh :       a. Mesin Sepeda Motor
                    b. Mesin Mobil
                    c. Mesin Turbin Gas
Bila mengurai lebih jauh lagi tentang Internal Combustion Engine, maka contoh dari mesin tersebut dapat diuraikan menjadi sebagai berikut :

a. Mesin Sepeda Motor
  •      Mesin 2 Tak
  •      Mesin 4 Tak

b. Mesin Mobil
    
    1. Mesin Bensin
  • Mesin dengan Sistem Pengapian Konvensional
  • Mesin dengan Sistem Pengapian Elektronik
    2. Mesin Diesel
  • Mesin Diesel Direct Injection
  • Mesin Diesel Indirect injection
c. Mesin Turbin Gas
  •  Mesin Pesawat Helicopter
  •  Mesin Pesawat Jet
2. External Combustion Engine
Sebuah mesin yang proses pembakaran bahan bakarnya terjadi di luar mesin contoh : Mesin Ketel Uap
Berikut adalah contoh bagian-bagian dari sebuah mobil..
Komponen utama mesin mobil secara garis besar, dibagi menjadi
3 besar komponen utama + body, yaitu:

1. KELISTRIKAN    Terdiri dari :
  1. Sistem Baterai
  2. Sistem Starter
  3. Sistem Pengisian
  4. Sistem Pengapian
  5. Sistem Penerangan
  6. Sistem Pembersih Udara
  7. Sistem Pembersih Kaca
  8. Sistem Audio Video
2. CHASIS               Terdiri dari :
  1. Sistem Rangka
  2. Sistem Rem
  3. Sistem Suspensi
  4. Sistem Kemudi
  5. Sistem Kopling
  6. Sistem Transmisi
  7. Sistem Diferensial
  8. Poros Penggerak Roda
3. MESIN                Terdiri dari :
  1. Mekanisme Katup
  2. Piston dan kelengkapannya
  3. Kepala Silinder
  4. Blok Silinder
  5. Sistem Pelumasan
  6. Sistem Pembakaran
  7. Sistem Pendinginan
Pada bagian komponen sepeda motor pun sama halnya seperti mobil namun ada beberapa bagian yang tidak terdapat pada sepeda motor, karena secara bentuk dan fungsinya pun berbeda.
Demikian penjelasan secara singkatnya mengenai dasar-dasar pengenalan mesin, semoga bermanfaat..

Terimakasih telah berkunjung....!!
index='x'>

Komponen Bagian Mesin Sepeda Motor

Didalam kinerjanya sebuah mesin secara mutlak merupakan kerjasama yang kompak dari semua parts/komponen yang bekerja bersama-sama didalamnya. Sekian banyak komponen bagian yang terlibat didalamnya sehingga menghasilkan satu daya atau kekuatan yang dihasilkannya.
Kali ini ane mau share apa saja yang terdapat didalam sebuah mesin sepeda motor.

Komponen utama pada mesin sepeda motor diantaranya yaitu:

1. Kepala silinder (cylinder head)
2. Blok silinder mesin (cylinder block)
3. Blok mesin besar (crankcase)


Dari ketiga bagian utama tersebut merupakan tulang punggung bagi sepeda motor. Pada tahap pertama mempelajari mesin secara teori maupun praktek, terlebih dahulu diperlukan pengetahuan tentang nama-nama, lokasi dan fungsi dari komponen-komponennya. 

Kepala Silinder (Cylinder Head) 




Kepala silinder bertumpu pada bagian atas blok silinder. Titik tumpunya disekat dengan gasket (paking) untuk menjaga agar tidak terjadi kebocoran kompresi, disamping itu agar permukaan metal kepala silinder dan permukaan bagian atas blok silinder tidak rusak. Kepala silinder biasanya dibuat dari bahan Aluminium campuran, supaya tahan karat juga tahan pada suhu tinggi serta ringan. Biasanya bagian luar kontruksi kepala silinder bersirip, ini untuk membantu melepaskan panas pada mesin berpendingin udara. 


Blok Silinder Mesin 




Silinder liner dan blok silinder merupakan dua bagian yang melekat satu sama lain. Daya sebuah motor biasanya dinyatakan oleh besarnya volume silinder. Silinder liner terpasang erat pada blok, dan bahannya tidak sama. Silinder liner dibuat dari bahan yang tahan terhadap gesekan dan panas, sedangkan blok dibuat dari besi tuang yang tahan panas. Pada mulanya, ada yang merancang menjadi satu, sekarang sudah jarang ada. Sekarang dibuat terpisah berarti silinder liner dapat diganti bila keausannya sudah berlebihan. Bahannya dibuat dari besi tuang kelabu. Untuk motor-motor yang ringan seperti pada sepeda motor,  bahan ini dicampur dengan alumunium. Bahan blok dipilih agar memenuhi syarat-syarat pemakaian yaitu:
Tahan terhadap suhu yang tinggi, dapat menghantarkan panas dengan baik, dan tahan terhadap gesekan.
Blok silinder merupakan tempat bergerak piston. Tempat piston berada tepat di tengah blok silinder. Silinder liner piston ini dilapisi bahan khusus agar tidak cepat aus akibat gesekan. Meskipun telah mendapat pelumasan yang mencukupi tetapi keausan lubang silinder tetap tak dapat dihindari. Karenanya dalam jangka waktu yang lama keausan tersebut pasti terjadi. Keausan lubang silinder bisa saja terjadi secara tidak merata sehingga dapat berupa ketirusan. Masing-masing kerusakan tersebut harus diketahui untuk menentukan langkah perbaikannya. 

Cara mengukur keausan silinder:
  1. Lepaskan blok silinder
  2. Lepaskan piston
  3. Ukur diameter lubang silinder dengan dial indikator, bagian yang diukur bagian atas, tengah dan bawah dari lubang silinder. Pengukuran dilakukan dua kali pada posisi menyilang.
  4. Hitung besarnya keovalan dan ketirusan. Bandingkan dengan ketentuan pada buku manual servisnya. Jika besarnya keovalan dan ketirusan melebihi batas-batas yang diijinkan lubang silinder harus diover size.
Tahapan over size adalah 0,25 mm, 0,50 mm, 0,75 mm dan 1,00 mm. Over size pertama seharusnya 0,25 mm dengan keausan di bawah 0,25 mm dan seterusnya. Jika silinder sudah tidak mungkin di over size maka penyelesaiannya adalah dengan diganti pelapis silindernya. Kontruksi luar blok silinder dibuat seperti sirip, ini untuk melepaskan panas akibat kerja mesin. Dengan adanya sirip-sirip tersebut, akan terjadi pendinginan terhadap mesin karena udara bisa mengalir diantara sirip-sirip. Sirip juga memperluas bidang pendinginan, sehingga penyerapan panas lebih besar dan suhu motor tidak terlampau tinggi dan sesuai dengan temperatur kerja. Persyaratan silinder yang baik adalah lobangnya bulat dan licin dari bawah ke atas, setiap dinding-dindingnya tidak terdapat goresan yang biasanya timbul dari pegas ring, pistonnya tidak longgar (tidak melebihi apa yang telah ditentukan), tidak retak ataupun pecah-pecah. 


Piston 


Piston mempunyai bentuk seperti silinder. Bekerja dan bergerak secara translasi (gerak bolak-balik) di dalam silinder. Piston merupakan sumbu geser yang terpasang presisi di dalam sebuah silinder. Dengan tujuan, baik untuk mengubah volume dari tabung, menekan fluida dalam silinder, membuka-tutup jalur aliran atau pun kombinasi semua itu. Piston terdorong sebagai akibat dari ekspansi tekanan sebagai hasil pembakaran. Piston selalu menerima temperatur dan tekanan yang tinggi, bergerak dengan kecepatan tinggi dan terus menerus. Gerakan langkah piston bisa 2400 kali atau lebih setiap menit. Jadi setiap detik piston bergerak 40 kali atau lebih di dalam silindernya. Temperatur yang diterima oleh piston berbeda-beda dan pengaruh panas juga berbeda dari permukaan ke permukaan lainnya. Sesungguhnya yang terjadi adalah pemuaian udara panas sehingga tekanan tersebut mengandung tenaga yang sangat besar. Piston bergerak dari TMA (Titik Mati Atas) ke TMB (Titik Mati Bawah) sebagai gerak lurus. Selanjutnya, piston kembali ke TMA membuang gas sisa. Gerakan turun naik piston ini berlangsung sangat cepat melayani proses motor yang terdiri dari langkah pengisian, kompresi, usaha dan pembuangan gas sisa.


index='x'>

Senin, 07 Agustus 2017

Kerusakan Pada Sistem AC


Kerusakan yang terjadi pada perangkat AC memang sangat banyak kemungkinan sebagai penyebabnya, secara mendasar pada kerusakan tersebut diantaranya dibagi menjadi:

- Kerusakan pada fungsi elektronik
- Kerusakan pada fungsi mekanik

Kerusakan pada bagian elektronik 

Pada bagian indoor unit terdapat sirkuit modul yang merupakan terdiri dari rangkaian komponen elektronik, mungkin saja salah satu komponen saja yang rusak sehingga mengganggu aktifitas komponen yang lainnya sehingga secara keseluruhan fungsinya menjadi terganggu/error. Pada bagian outdoor unit pun dalam beberapa type AC ada terdapat sirkuit modul ini, seperti pada jenis AC Split inverter dan AC plafon (kaset). Penunjukan kerusakan pada beberapa jenis AC ini memang sudah agak memudahkan dalam menganalisa kerusakan yang terjadi, karena pada sirkuitnya akan mengirimkan sinyal trouble/error yang ditampilkan dengan kedipan lampu-lampu led indikator yang ada dimodul sirkuit itu sendiri. Tapi pada jenis AC split biasa sistem alarm akan dikirimkan hanya pada indikator led pada bagian indoor unit saja karena pada bagian outdoor nya tidak terdapat modul.
Memang untuk mengatasi masalah yang terjadi pada rangkaian elektronik ini membutuhkan pengetahuan mengenai elektronika yang baik, sehingga analisa dari kerusakan komponen manakah yang harus diperbaiki atau diganti tepat sasaran. Atau langkah terakhirnya mengganti modul yang baru.



Kerusakan pada bagian mekanik

Pada bagian AC ada beberapa komponen yang bekerja secara mekanis diantaranya seperti motor kipas/fan dan kompresor. Pada bagian-bagian yang sering terjadi kerusakan adalah pada bagian lilitan kawat emailnya yang terbakar sehingga siklus kerja perangkat AC gagal bekerja.
Pada motor kipas sering juga ditemui kerusakan pada bearing/laher yang sudah macet karena telah keringnya pelumasan atau grease/gemuk yang berada didalamnya telah habis dan menyebabkan beratnya putaran yang dibebankan kepada motor sehingga pada akhirnya lilitan terbakar.
Kerusakan pada bagian kompresor bisa saja selain karena usia dari perangkat AC itu sendiri yang sudah lama bisa juga disebabkan oleh faktor-faktor penyebab yang lainnya seperti volume dari oli pelumas didalamnya telah habis disebabkan adanya kebocoran pada klep/valve kompresor, maka langkah yang harus dilakukan yaitu mengganti kompresor dengan yang baru.







index='x'>

Selasa, 01 Agustus 2017

Penyebab Motor Boros dan tidak Bertenaga



Penyebab Motor Boros dan tidak Bertenaga
Kendaraan merupakan sarana yang penting sekali saat ini, salah satunya adalah sepeda motor dan menjadi transportasi favorit. Selain daripada fungsinya sepeda motor juga sarana transportasi yang efektif waktu, terutama di kota-kota besar yang syarat dengan kemacetan, maka sepeda motor-lah yang menjadi solusinya terutama di jalan raya dalam kota. Akan
tetapi semua itu akan terasa mengganggu apabila pada sepeda motor yang kita gunakan mengalami gangguan sehingga kita tidak measa nyaman saat mengendarainya.

Beberapa masalah yang sering terjadi ketika kita mengendarai motor terasa berat saat di gas dan ketika membuka gas motor tidak mau kencang malahan mesin seperti tertahan tidak bertenaga, atau motor tersendat dan terasa nge-plos saat gas, mberebet, atau gejala lain sebagainya.
Dari bermacam-macam kasus diatas, kali ini kita akan membahas mengenai penyebab permasalahannya. 
Pada saat terjadi masalah yang terjadi diatas, maka penyebabnya antara lain :
  • Kotornya air filter atau saringan udara.
  • Kotornya bagian dalam karburator.
  • Settingan karbu yang tidak tepat.
  • Settingan klep yang tidak tepat.
  • Kopling bermasalah.

Kotornya air filter atau saringan udara Kotornya filter udara menyebabkan aliran udara masuk menjadi miskin sehingga yang diperlukan pada saat proses pengkabutan tidak sempurna, selain itu pula dengan kondisi kotornya filter ini udara yang dihasilkan pun menjadi kotor, padahal kualitas udara yang dibutuhkan pada proses pengkabutan adalah udara yang bersih, dan hal ini pun sebagai penyebab terjadinya penyumbatan saluran pada bagian dalam karburator. Hal yang harus dilakukan yaitu segera membersihkannya atau apabila kondisi dari filter sudah sangat kotor maka sebaiknya diganti denngan yang baru.

Kotornya bagian-bagian dalam karburator Tidak teraturnya perawatan yang dilakukan pada karbu menyebabkan bagian-bagian dalam komponennya kotor, deposit kotoran yang terdapat didalamnya menyebabkan lapisan kerak dan akhirnya terjadi penyumbatan pada lubang-lubang bagian dalamya, aliran bensin yang masuk kedalam ruang bakar pun menjadi kotor. Hal yang harus dilakukan adalah segera dilakukan servis karburator.

Settingan karburator yang tidak tepat Terjadinya pembakaran yang sempurna dipengaruhi oleh tepatnya masukan antara bahan bakar dan udara didalam karbu yang selanjutnya dikabutkan dan disalurkan keruang bakar, hal ini menjadi harga mati apabila kita ingin mendapatkan performa mesin yang baik.
Pada karbu sudah terdapat settingan masukan antara bahan bakar dan udara, ini bisa kita adjust/setel dari baud adjuster yang terdapat pada bagian luar karbu tersebut akan terdapat dua baud pengaturan yaitu pengatur masukan bahan bakar dan pengatur masukan udara/angin.

Settingan klep yang tidak tepat Pemberian celah pada klep gunanya agar klep dapat membuka dan menutup dengan baik pada setiap keadaan suhu/temperatur mesin, pentingnya memperhatikan clearence celah katup ini dikarenakan adanya tingkat keausan yang terjadi pada bagian baud penyetel (rocker arm).
Penyebab yang ditimbulkan apabila :
Terlalu renggangnya celah → timing buka tutup antara intake dan exhaust  lebih cepat dari waktu yang seharusnya, juga menyebabkan suara berisik terdengar pada cylinder head, selain itu bisa mempercepat keausan pada bagian rocker arm. 
Terlalu sempitnya celah → timing buka tutup antara intake dan exhaust lebih lambat dari waktu yang seharusnya, akibatnya terjadi kerugian gas baru yang akan terbuang kesaluran exhaust, indikasinya mesin terasa bergetar dan pada saat putaran idle/langsam pun tidak stabil/normal. 
Tidak adanya celah → akibatnya klep tidak menutup sempurna dan kerugian bahan bakar, temperatur mesin menjadi panas diakibatkan oleh perambatan suhu dan klep-klep nya menjadi panas bahkan merambat kebagian karburator.Langkah penyetelan klep ini harus sesuai dengan prosedurnya, langkah penyetelan yang salah mengakibatkan kerusakan pada mesin. Kenali terlebih dahulu standar penyetelan yang diperlukan, karena setiap mesin mempunyai standar ketetapan yang berbeda-beda.

Kopling bermasalah Fungsi dari kopling sendiri adalah sebagai penghubung dan pengatur daya yang disalurkan dari mesin ke transmisi, selanjutnya transmisi yang mengubah kecepatan mesin sesuai yang diinginkan.
Penyebab hilangnya tenaga baik pada putaran tinggi maupun rendah salah satu penyebabnya yaitu kopling, terjadinya keausan pada kampas kopling atau kampas sudah tipis sehingga terjadi slip yang menyebabkan penyaluran daya mesin berkurang.Apabila dirasa kampas masih bagus, bisa kemungkinan dari pengaturan atau settingan dari kopling yang kurang atau tidak tepat.

Terimakasih, Semoga bermanfaat..
index='x'>

Jumat, 28 Juli 2017

Fungsi Bagian Komponen AC Split

Fungsi bagian komponen AC split
Didalam siklus kerja perangkat AC terdapat banyak komponen yang terlibat didalamnya dan mempunyai fungsi dan tugas yang berbeda-beda, setiap komponen saling bekerja berdasarkan tugasnya masing-masing sehingga pada akhirnya menjadi satu kesatuan siklus kerja yang kompak sesuai  apa yang diperintahkan atau yang diperlukan pengguna (user).Kerusakan yang terjadi pada salah satu komponen saja akan berakibat terganggunya siklus kerja dari perangkat pendingin tersebut.
Okelah kalo begitu... kali ini saya mau bahas dari komponen beberapa bagian dan juga fungsi-fungsinya yang terdapat pada perangkat AC tersebut. 

Adapun pada perangkat AC ini didalamnya terdapat antara lain:


Sirkuit module PCB



Pada sirkuit ini terdapat banyak komponen elektronik yang ada, setiap perintah dari user melalui remote akan diproses pada bagian ini dan selanjutnya akan diteruskan dan dieksekusi oleh komponen yang diberi tugas oleh sirkuit ini. Didalamnya terbagi menjadi dua bagian yaitu: 

  • Rangkaian Daya  
  • Rangkain Kontrol 
Kerusakan pada sirkuit ini terjadi apabila terdapat salahsatu atau beberapa komponen yang sudah lemah atau rusak. Untuk melakukan perbaikannya kita harus memiliki keterampilan elektronika.



Overload kompresor



Fungsinya memutuskan aliran listrik bila arus yang masuk pada kompresor melebihi batas yang sudah ditentukan. Didalamnya terdapat 2 buah bimetal yang apabila dilalui arus listrik yang berlebih maka dapat memuai sehimgga arus listrik dapat diputus sebelum masuk ke kompresor, selain bimetal tersebut memuai karena perubahan arus listrik maka bimetal ini pun akan memuai terhadap suhu yang dihasilkan oleh panas kompresor, akan tetapi dengan adanya overload ini tidak menjamin kompresor dari kerusakan.

Cara untuk mengetahui kondisi baik atau tidaknya kondisi overload ini adalah dengan melakukan pengukuran menggunakan multitester pada settingan skala Ω (Ohm). Apabila ketika kedua kaki overload ini kita hubungkan kedua probe pada multitester menunjukan nilai tertentu maka diartikan kondisinya masih baik, tapi apabila kebalikannya yaitu pada multitester tidak menunjukan nilai tertentu maka kondisi overload tersebut sudah rusak. Cek juga pada bagian bawah komponen ini terdapat plat tipis apabila berkarat harus overload harus diganti karena karat tersebut bisa mengganggu kerja dari overload itu sendiri.


Kapasitor Kompresor



Kapasitor ini berfungsi sebagai penyimpan muatan listrik berbentuk kapasitor tabung, tugasnya untuk memberikan dorongan awal atau starting pada kompresor pada saat pertamakali hidup. Apabila kapasitor ini rusak maka kompresor akan gagal untuk bekerja. Untuk pengecekan kondisi kapasitor ini bisa di ukur dengan multitester pada settingan skala x100 dengan menggunakan multitester analog/jarum, apabila dengan menempelkan kedua probe positif dan negatif terhadap kedua kaki kapasitor ini (bolak-balik sama saja) menunjukkan nilai tertentu lalu kemudian jarum kembali nilai semula maka kondisinya masih baik, tetapi apabila ketika jarum tidak kembali pada tempat semula maka kondisi kapasitor tersebut telah short atau rusak.



Kapasitor Fan/Kipas 




Kapasitor ini tugasnya sama seperti kapasitor kompresor yaitu memberikan dorongan awal, hanya saja kapasitor ini bertugas untuk memberikan dorongan awal pada motor kipas/fan, bentuk dari kapasitor ini biasanya berbentuk kotak berwarna hitam. Apabila kapasitor ini rusak maka motor kipas akan gagal untuk bekerja, sedangkan cara pengecekannya sama dengan kapasitor kompresor.Apabila kapasitor ini rusak akan meyebabkan motor fan tidak bisa bekerja, karena secara fungsinya motor fan ini bertugas untuk membuang udara panas dari koil pipa kondensor pada outdoor unit.



Thermistor






Alat ini berfungsi sebagai pendeteksi suhu atau mempunyai istilah sebagai indera suhu, karena dari tugasnya ini sebagai pendeteksi maka peranannya sangat penting sekali karena tugasnya untuk menginformasikan secara aktual keadaan kondisi suhu yang sedang terjadi. Komponen ini didalamnya terdapat bimetal yang akan memuai atau tidak, tergantung kondisi suhu yang berlangsung.Rusaknya komponen ini akan mempengaruhi siklus kerja komponen lainnya.

                                                  
                                                    lanjutkan membaca →